Minggu, 29 Desember 2013

Wisata Religi di Surga Pluralisme


Wisata Religi di Surga Pluralisme
Ibarat sebuah pepatah yang mengatakan “ berteduhlah dibawah pohon besar ketika hujan atau panasnya terik matahari “ mungkin sekarang pasnya berteduh di rumah. Karena di bawah pohon masih ketrecesan air dikit lama-lama bisa basah juga. Inilah satu spirit yang mengawali perjalanan sahabat-sahabat Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Kabupaten Wonosobo, dalam senyapnya suasana sore itu tepatnya pukul 19.15 WIB kamis (06/06). Armada beserta rombongan telah siap mengarungi malam yang agak mendung itu berharap ada cahaya bintang yang terlihat dilangit gelap.
Rombongan pejuang pluralisme Wonosobo yang terdiri dari berbagai agama, keprcayaan dan ormas antara lain perwakilan dari Khatolik, beberapa aliran kepercayaan di Wonosobo, PCNU Kabupaten Wonosobo, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Wonosobo (PC PMII Kab. Wonosobo) PC IPNU Kabupaten Wonosobo dan Ahmadiyah Kabupaten Wonosobo. Sudah berada dalam armada Bus ¾ dengan jumlah rombongan 27 orang siap menuju rumahnya segala perbedaan dalam bayang-bayang kehidupan yang tidak amandi Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur yang saat ini di asuh Oleh KH Solahudin Wahid adik dari Sang Pluralisme almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Berbagai canda tawa dalam keakraban lintas agama mengiringi perjalanan kami seakan merasakan indahnya suatu perbedaan tanpa ada baying-bayang rasa takut karena munculnya berbagai komunitas yang mengancam kehidupan minoritas di negri ini dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Yang terakhir kemarin di poso yang saat ini kasusnya juga belum selesai. Kekerasan atas nama agama inilah yang menurut kami rombongan pejuang pluralisme amat sangat tidak sepakat dan orang itu nampaknya harus belajar sejarah Indonesia dulu biar tahu bagaimana hidup di Indonesia seharusnya tidak sok kuasa, sok paling benar, sok paling suci dan sok pahlawan harus sekolah lagi di SD tuh. . celetup salah satu rombongan, disambung dengan tawa kecil dari yang lain.
Tanpa terasa keakraban dan larutnya beberapa rombongan dalam mimpi indahnya hidup berdampingan dalam perbedaan di Tanah Ibu Pertiwi ini, harus terjaga dari mimpinya karena sudah sampai di surganya segala perbedaan berlindung, di Ponpes Tebu Ireng, Jombang. Melepas lelah sejenak dalam terkaman kabut yang cukup tebal pagi itu. Beberapa rombongan melanjutkan dengan sholat shubuh selepas sholat langsung menuju ndalem didepan pondok langsung di sambut oleh Gus Umar Wahid yang juga adik dari Gus Dur. Berdiskusi ria di halaman pondok antara rombongan dan Gus Umar tentang Pondok Pesantren Tebu Ireng yang juga terdapat makam Tokoh film “Sang Kyai”, Hasym Asy’ary, dimana menggambarkan perjuangan beliau dan kaum santri untuk memprtahankan NKRI. Selain makam KH Hasyim Asy’ary juga terdapat makam tokoh besar bangsa ini yaitu KH. Wachid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid srta keluarga besar Ponpes Tebuireng.
Gus Umar menyampaikan bahwa terjadi peningkatan yang sangat drastis dari para peziarah makam-makam tersebut, terlebih setelah bapak pluralism “Gus Dur” dimakamkan disitu. Dari jumlah pengunjung yang awalnya sekitar 400ribu-500ribu peziarah perhari, skarang bisa mencapai 1juta-1,5juta peziarah perharinya. Ini menggambarkan bahwa betapa besarnya perjuangan tokoh egliter, yang juga mantan Presiden RI, Gusdur di Republik ini.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 08.00 WIB keasyikan diskusi santai di pelataran pondok, kami pun diajak masuk ke Ndalem Kasepuhan Gus Solahudin Wahid atau akrab di panggil Gus Solah. Suasana ruang tamu yang begitu historis dengan berbagai dokumentasi foto keluarga dan moment-moment penting yang dialaminya, tak berapa lama Gus Sholah pun menemui kita. Wajah yang sangat humnis menghiasa wajah Beliau, jamaah rombongan lintasagama dari wonosobo yang juga banyak terdiri dari kaum santri langsung berebut untuk bersalaman dengan beliau. Inilah moment yang sangat langka karena jarang sekali bisa bertemu dengan tokoh agama sekaliber Gus Sholah.
Perbincangan yang serius tapi santai pun dimulai dari Romo Sumpono, dari Taman Rohani Anggonggondok, Kertek. Beliau memperkenalkan rombongan satu persatu, dilanjutkan dengan kegamuman beliau akan tokoh Gus Dur, serta keluarga Besar Pondok Tebu Ireng.
“ kami dan saya sangat terkagum dengan perjuangan bapak Pluralisme Gus Dur dalam membela kaum minoritas di Negri ini, sehingga kaum minoritas merasa aman dalam menjalankan segala rutinitas keagamaanya, sikap toleransi yang tinggi pemikiran yang unik dan berbagai hal perjuangan Beliau, kami ingin meminta saran kepada Gus Sholah agar kondisi yang cukup kondusif antar umat beragama di Wonosobo semoga bisa tetap berjalan dan lebih baik lagi, dan toleransi dalam perbedaan beragama di Indonesia tidak menjadi momok yang mengancam kaum minoritas sebagaimana dalam kasus-kasus kekerasan antar umat beragam di berbagai daerah di Indonesia,” . 

WAWANCARA DENGAN KH. HABIBULLOH IDRIS


Hari selasa
Bapak Idris(Purworejo) dan  Ibu Umi Kulsum (janda di sapuran bendo sari)
Kyai Habib 12 bersaudara
3 laki2 dan 9 perempuan (mmbah hakim, mbah habib an mbah haidar)
Arsip sudah disimpan di PCNU jaman suriahnya pak mutikun tanfidizahnya pak muchotob hamzah banyak dokumen hilang.
Simbah kyai Habib mengis ketika beberapa dokumen hilang.
Kelemehan NU ketika punya arsip kurang begitu
1909
SR di SR Longkrang, Darul Ma’arrif di banjar negara (yayasan Cokroaminoto) kemudian mbah mun menyusul, termas pacitan 11tahun.
Hubungan akkrab dengan Mbah mun
Mbah habib tahun 67-69 ketua Ansor,
Aktif di PPP, tahun 77 di mujahadahi kyai-kyai perkumpulan kyai-kyai sepuh mbah dimyati, samsudin, dll,
Kemudian mbah habib tidak bakat di politik tetapi di pendidikan dan sosial. Untuk tidak di politik.
Tahu 1986 dipanggil bah mun untuk disuruh masuk golkar
Bapak mbah habib meninggal tahun 1986 sebelum agustus. Kemudiantahun yang sama gus dur ke wsb tgl 17 agustus 86di sasana bahakti kemudian di kalibeber, mbah habib di suruh teken konraknya dengan golkar di teken pada detik-detik proklamasi saksinya mbah idris dan chaidar. Langsung di sahkan oleh pak harto sebagai dewan penasihat (wanhat) golkar wonosobo.
Tujuanya untuk mendirikan IIQ,
Ketika kejakarta langsung ketemu pak harto.
Pas waktu itu kyai-kyai jateng rombonganya mbah sahal menghadap ke pak harto.
Menjadi ketua jami’atul quro’ wal khufat mengurusi jamiyah-jamiyah alqur’an(qori’) dan bahasa arab. Ketua pusatnya tubagus.
MTQ Terbaik di di jateng.
Tentang PKI di wonosobo
Randusari kepil, maron, kaliwiro
Kyai sabitun (watumalang) tokoh kyai yang PKI, Suroso (dandim wsb)
PKI dan NU dalam hubuganya,
Boto lumuten (rusbar) luar hijau dalam merah pasca PKI.
Sowan ke tebu ireng Kyai karim minta ijazah
Pak karim sanjangnya halaah pak habib mono karo istighfar wae”
Mpengajian seton setelah pengajian mualimin 1962-(1972) dinegrikan sering banyak bekumpul dan bermusyawarah dengan tempat yang berpindah-pindah
Gaji guru di mu’alimin gajinya 6kg beras. Pak habib, pak gito, bu alfiyah
Sekolah pertama NU pertama di bumen Futuhiyah.
Setelahnya mu’alimin yang bertempat di kantor NU dan kemudian atas perintah mbah mun di tiapkecamatan untuk mendirikan di kecamatan-kecamatan.
Seton tahun 1962.
Yang membayari kebutuhan organisasi NU mbah muntaha
Tahun 1996 ke yerusalem bersama pak daryono, mbah mun, mbah habib

Fa wa laituka politik
Golek lele entuk blopote.
Zaman ada manusianya, manusia pada zamanya

Evaluasi Wawancara
Ada 2 hal :
-          Spirit organisasi (perjuangan, pitutur, kisah-kisah hidup soal karomah)
-          Narasi nasional dan lokal (peristiwa)


PMII YANG LEBIH HIDUP


suatu keniscayaan tanpa dukungan dan kontribusi baik material maupun non material dari semua pihak sebuah organisasi sebesar PMII mampu bergerak bukan hanya sampai pada level "ada" tetapi lebih dari itu PMII mampu sampai pada level "hidup". 
Sebuah gerakan yang rapi dan massif harus mengandaikan terbentuknya faktor-faktor produksi, distribusi dan wilayah perebutan. Tanpa mengunakan logika ini maka gerakan akan selalu terjebak pada heroisme sesaat dan kemudian mati tanpa meninggalkan apa-apa selain kemasyuran dan kebanggaan diri belaka. Katakanlah kita sedang akan membangun sebuah gerakan maka dimana wilayah perebutan yang akan kita temui dan oleh karena itu apa yang harus kita produksi dan mengunakan jalur distribusi seperti apa agar produk-produk gerakan kita tidak disabotase di tengah jalan. Rangkaian produksi-distribusi-perebutan ini adalah sebuah mata rantai yang tidak boleh putus, karena putusnya sebuah mata rantai ini berati matinya gerakan atau setidak-tidaknya gerakan hanya akan menjadi tempat kader-kadernya heroisme-ria. Dan yang lebih penting bahwa gerakan semacam ini akan lebih mudah untuk di aborsi.
            Yang pertama-tama perlu di kembangkan di PMII adalah bahwa sejarah itu berjalan dengan masa lalu, bukan karena semata-mata masa lalu itu ada, tetapi karena masa lalu telah membentuk hari ini dan hari esok. Artinya capaian tertinggi dari sebuah gerakan adalah ketika satu generasi telah berhasil mengantar generasi berikutnya menaiki tangga yang lebih tingi. Visi historis inilah yang akan menjadikan PMII sebagai organisasi besar yang berpandangan kedepan dan universal, karena PMII tidak didirikan hanya untuk bertahan selama sepuluh atau dua puluh tahun, tetapi PMII didirikan untuk melakukan perubahan tata struktur dan sistem.
Proses yang berat dalam mencapai visi besar tersebut, juga dibutuhkan pribadi-pribadi yang tangguh, pribadi kader yang tahan banting dengan ditopang sistem kaderisasi yang mendewasakan proses kader dimana memegang ruh dari PMII apabila ruh PMII sudah  masuk dalam diri kader maka sesulit, sepelik apapun problem yang dihadapi kader tidak mudah terombang-ambingkan oleh problem kehidupan yang dihadapi baik dalam lingkaran pribadi kader maupun dalam konteks kolektif keorganisasian.
Spirit organisasi dengan landasan Nilai Dasar Pergerakan dimana merupakan sublimasi nilai ke-islam-an dan ke-Indonesia-an. Keislaman dalam kerangka ahlus sunah wal jamaah, dimana aswaja sebagai manhajul fikr dan juga manhajul harokah. Konteks keindonesiaan, nasionalisme, dasar negara, historisitas bangsa, dll. harapanya adalah manusia-manusia yang utuh dalam konteks pribadi maupun kolektivitas, sebagai capaian atau bahasa kita itulah manusia yang bercitra ulul albab.
Yang siap berdiaspora dalam berbagai sektor baik diwilayah kekuasaan, modal/ekonomi, pengetahuan. Ketika kita lacak ketiga titik itulah yang masih sangat berpengaruh baik dalam konteks internasional maupun dalam konteks nasional kita sendiri. visi jangka panjang itulah yang harus mampu dicapai kader-kader produksi dari PMII.
Pola kaderisasi dan gerakan PC PMII Kabupaten Wonosobo masa khidmat 2013-2014 mengawali dengan menterjemahkan visi jangka panjang itu. pada konteks laku pengetahuan dengan arahan tiga titik tersebut. Paradigma maupun laku PMII harus benar-benar menyentuh raelitas, bukan sekedar pengetahuan yang melangit dan utopis belaka. karena kita sudah kalah jauh dengan rival organisasi yang lainya. dibutuhkan kedewasaan kesadaran dari semua pihak bahwa hal itu tidak dapat kita capai secara pribadi kader tetapi saling menopang dalam wilayah yang berbeda-beda. mencapai kejayaan bangsa Indonesia di masa yang akan datang, karena kita lah harapan dan benteng dari NKRI yang dilahirkan dari rahim Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, yang akan meneguhkan kedaulatan dalam berpolitik, berdikari dalam berekonomi dan berwibawa dalam berbudaya.


PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Berdaulat dalam bidang politik. Kedaulatan politik, dalam hal ini adalah kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah jembatan emas untuk menuju kesejahteraan rakyat dan kemajuan peradaban bangsa. Dengan kemerdekaan –dalam arti yang hakiki adalah kedaulatan politik dan teritorial sebagai negara bangsa– maka kita tidak mau didikte oleh negara dan bangsa manapun di dunia ini. Kita berdiri sama tegak dan sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia untuk membangun sebuah peradaban dunia yang didasarkan pada perdamaian abadi dan keadilan sosial. Konsistensi pada cita-cita kemerdekaan inilah yang membuat Bung Karno keras hati dalam menentang setiap intervensi negara-negara neo kolonialisme imperialisme (nekolim)
Berdikari dalam bidangekonomi.Dalam konteks berdikari dalam ekonomi, Bung Karno megutarakan bahwa bangsa Indonesia harus bersandar pada kekuatan, dana, tenaga yang memang sudah dimiliki dan sudah ditangan kita yang digunakan semaksimalnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam rancangan pembangunan ekonomi yang termanifestasi dalam Deklarasi Ekonomi (Dekon), Bung Karno menempatkan kedudukan rakyat sebagai sumber daya sosial dan sumber daya ekonomi dalam pembangunan. Dalam Dekon Bung Karno mengatakan “ dalam melaksanakan revolusi di bidang sosial dan ekonomi selanjutnya, maka -sesuai dengan hukum revolusi- kita harus mempergunakan sepenuhnya semua alat revolusi yang sudah kita miliki itu, dengan selalu melandaskan perjuangan kita pada potensi dan kekuatan rakyat”. Penegasan Bung Karno ini merupakan sebuah bentuk sikap dan terjemahan dari konsepsi politik berdikari, meletakkan potensi dan kekuatan rakyat Indonesia didalam menjalankan perencanaan pembangunan dan perekonomian.

Berkepribadian dalam kebudayaan. Dalam kepribadian dalam kebudayaan, Bung  Karno menegaskan bahwa budaya kita kaya raya yang harus digali dan pentingnya nilai-nilai kepribadian bangsa dalam kebudayaan. Pada tahun 1960-an Bung Karno dengan tegas melarang peredaran lagu-lagu dari Barat yang dia sebut sebagai musik “ngak ngik ngok”, the beatles, literatur picisan, dansa-dansi gila-gilaan dan Menurut Bung Karno, musik dan produk kapital imperialis itu akan melemahkan semangat juang pemuda, menghancurkan kepribadian bangsa dan Bung Karno juga meminta kepada pemuda untuk terus giat bekerja.


B.     Maksud dan Tujuan
1.      Maksud dari diadakannya kegiatan bakti social masyarakat ini adalah :
a.       Melaksanakan salah satu pengabdian PC PMII Wonosobo kepada masyarakat desa Mergolangu Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.
b.        Sebagai salah satu cara bagi PC PMII Wonosobo untuk bersosialisasi kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis pedesaan.
2.      Tujuan dari diadakan kegiatan bakti social masyarakat ini adalah:
a.       untuk meningkatkan kepedulian dan rasa social terhadap kondisi masyarakat pedesaan dalam berbagai sector.
b.      Terciptanya masyarakat yang peduli terhadap sesama.
c.       Melaksanakan diskusi lintas budaya antaran masyarakat terdidik  dan masyarakat awam, hususnya dalam pros transformasi pendidikan melalui program-program baksos
d.      Mengadakan pendekatan psikologis dan memberikan semangat perubahan dan rasa penerimaan masyarakat terhadap keterbatasan dan kekurangan yang terjadi sekarang ini, dan mengarahkan masyarakat menuju sifat reflektif dan inovatif untuk menumbuh kembangkan semangat kemandirian dalam bingkai kekeluargaan

C.    NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama Bakti Sosial Masyarakat desa Mergolangu  kecamatan Kalibawang  dengan tema yaitu “Pembangunan Semangat Kemandirian Masyarakat Melalui Pendekatan Program Berbasis Pedesaan”
D.    Output (Keluaran)
Harapan kami dengan adanya kegiatan “Bakti Social Masyarakat” ini dapat memberikan inspirasi kepada semua pihak baik dari kalangan pemerintah maupun dari kalangan orang yang berada untuk tetap dan senantiasa berkontribusi, berdharma, dan berbakti serta peduli terhadap kondisi masyarakat yang kurang mampu.
E.     Bentuk Kegiatan
1.      Pelatihan perekonomian masyarakat
2.      pengembangan pengetahuan agama terhadap anak-anak
3.      pengembangan keorganisasian pemuda
4.      pengembangan keorganisasian perempuan
5.       Pelayanan dan sosialisasi Kesehatan Masyarakat
6.       Penelitian Masyarakat
F.     Sasaran Kegiatan
Kegiatan ini dutujukan kepada masyarakat desa Mergolangu kecamatan Kalibawang, khususnya pada kalangan orang tua, anak-anak, pemuda dan perempuan.
G.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan ini adalah pada tanggal 21-23 Desember 2013 bertempat di desa Mergolangu kecamatan Kalibawang kabupaten Wonosobo.
H.    Susunan kepanitiaan
(telampir)
I.       Jadwal Kegiatan
(terlampir)
J.      Estimasi Biaya
(terlampir)







K.    Penutup
Demikian usulan proposal kegiatan ini kami buat dan apabila ada hal-hal yang belum diatur akan diatur kemudian sesuai kebutuhan. Besar harapan kami semoga kegiatan ini mendapatkan partisipasi aktif dan kerja sama yang kolektif dari semua pihak. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

PANITIA PELAKSANA BAKTI SOCIAL MASYARAKAT
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
KABUPATEN WONOSOBO
PERIODE 2013-2014
Ketua Panitia



Sulistiyo
Sekretaris



Arip Yulianto
Mengetahui,

Ketua Umum
PC PMII Kabupaten Wonosobo



Sarif Hidayat




























Lampiran I :
     
    PENANGGUNG JAWAB    : Sarif Hidayat
                                                  Ketua Umum PC PMII Wonosobo           
    PANITIA PELAKSANA
Ketua panitia            :           Sulistiyo
Sekretaris      :           Arif Yulianto
Bendahara     :           Beni Iskandar
Divisi-Divisi:
1.              Kesekretariatan:        
                     Pradita Dwi K
                    Iha Khomsina
                    Yunus Santosa
                                                       
2.              Humas :
Mukodam
Samsul Arifin
Aji santosa
  
3.              Perlengkapan:           
Saman
Faizun
Mahmud
                     
4.              Konsumsi:
Iin juniarti
Feri
Ahmad Sarif
5.              Pendanaan
Tholib Kurniawan
Muhlasin
Tofik Hidayat
6.              pubdekdok
Rahman
Erna
Noviati

  

Lampiran II
Jadwal Kegiatan Bakti Sosial Masyarakat

No
Hari
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Peenanggungjawab
1
Sabtu
21-12-2013
13.00 - 14.00
14.00 – 16.00

16.00 – 19.00
19.00 – 21.00
21.00 – 22.00

22.00 – 23.00
23.00 – 04.00
Checking Peserta
Pemberangkatan    Peserta
Ishoma
Pembukaan
ramah tamah dan sosialisasi kegiatan
Rapat evaluasi
Istirahat
Panitia
Panitia
Panitia
Panitia
Panitia dan Tamu Undangan
panitia

panitia
panitia
2
Minggu
22-12-2013
04.00 – 06.00
06.00 – 08.30


08.30 - 09.00
09.00 - 11.30



11.30 – 13.00
13.00 - 15.30



15.30-17.30


17.30-19.00
19.00-21.00




21.00-23.00
23.00-23.30
23.00-04.00
Sholat subuh dan Kuliah Subuh
Olahraga dan besih Desa
Sarapan
Pelatihan pengembangan keorganisasian perempuan
Ishoma
Sosialisasi Kesehatan dan Chek kesehatan masyarakat
 Sholat Ashar dan ngaji bersama anak-anak desa Ishoma
Sharing dan diskusi management keorganisasian masyarakat
Malam Inagurasi
Evaluasi
Istirahat
Panitia
Panitia
Panitia

Panitia .
Ketua GOW dan Ketua UPIPA Wonosobo



Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo  & Direktur Rumah Sakit Islam Wonosobo

Panitia


Panitia
Ketua Umum PC PMII Wonosobo



Panitia
Panitia
panitia
3
Senin
23-12-2013
04.00-06.00


06.00-08.30
08.30-09.00
09.00-11.00

11.00-12.30
12.30-14.00
14.00. . . . . .
Sholat Shubuh dan kultum
Olah raga dan bersih desa
Sarapan
Pelatihan Kewirausahaan
Ishoma
Penutupan
Sayonara
Panitia
Panitia
Panitia
Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan perdagangan & Direktur Bank Wonosobo
Panitia
Panitia
Panitia
           














































Lampiran III
                      Estimasi Anggaran Bakti Sosial Masyarakat

No
Pengeluaran
Volume
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A.            KESEKRETARIATAN
1
Alat Tulis Kantor
1paket
 600.000,-
 600.000,-

Penggandaan Proposal Kegiatan
20buah
   10.000,-
 200.000,-

Sertifikat
50lembar
     3.000,-
 150.000,-
Jumlah
 950.000,-





B.            HUMAS

Transportasi Panitia
1paket
   500.000,-
   500.000,-

Transportasi Peserta
1Paket
2.000.000,-
2.000.000,-

Komunikasi Panitia
1paket
   500.000,-
   500.000,-
Jumlah
3.000.000,-





C.            KONSUMSI

Snack Pembukaan
200 bungkus
     5.000,-
1.000.000,-

Snack pelatihan
5x50 bungkus
     5.000,-
1.250.000,-

Snack Penutupan
200 bungkus
     5.000,-
1.000.000,-

Makan peserta
7x50 bungkus
   10.000,-
3.500.000,-
Jumlah
6.750.000,-





D.            PUBDEKDOK

Bacdrop
3x4m
   25.000,-
   300.000,-

Vandel
10 buah
   40.000,-
   400.000,-

Sticker
500 lembar
     2.000,-
1.000.000,-

Pamphlet
50 lembar
     3.000,-
   150.000,-
Jumlah
1.850.000,-
Jumlah A+B+C+D
12.550.000,-
Lain-lain 10%
  1.255.000,-
JUMLAH TOTAL ANGGARAN
13.805.000.-